Review singkat “The Most Beautiful Goodbye In TheWorld”

Hari ini nonton drama korea yang bikin mata bintitan, lumayan enak banget bisa nangis sampe sesegukan…. berderai derai air mata. Ya kalau perlu alasan untuk nangis atau mau nangis tapi bingung gimana ya….?  nonton aja drama korea The Most Beautiful Goodbye In TheWorld. Karena kita perlu juga loh itu, menangis dan mendapat makna hidup dari kehidupan yang luar biasa ini. Cocok banget buat melembutkan hati ^_^

Yuks cek dulu.

Drama syarat pesan moral ini adalah sebuah drama keluarga, yang episodenya Cuma 4 episode aja.  Tayangnya sih Desember 2017 tapi ceritanya sepanjang masa.

Pemainnya udah terkenal semua ada Won Mi Kyung sebagai In Hee atau ibu. Yoo Dong Geun sebagai Jung Cheol atau ayah. Choi Ji-woo, yang jadi manager super duper ramah, creative dan baik banget di variety show coffee frends disini dia berperan sebagai anak pertama bernama Yeon soo. Kemudian ada Minho SHINee sebagai Jung Soo atau anak kedua dari dua bersaudara. Ada Kim Young Ok sebagai nenek. Dan masih banyak lagi pemain lainnya yang wajahnya ga asing lagi.

Ceritanya tentang seorang ibu yang bernama In Hee yang punya suami seorang dokter. Tapi dokter Jung disini pernah punya masalah jadi kariernya sebagai dokter berat banget. Ternyata ga semua dokter enak seperti keliatannya. Ada juga yang dokter mengalami tekanan berat seperti dokter Jung ini. Pernah buat kesalahan dan sepertinya itu terus membebani dia di dalam pekerjaannya. Tapi disini kita lihat karakter ayahnya ini ya seperti biasa diam dan keras tapi lembut hatinya.

Si ibu yang bernama In Hee ini  juga punya seorang mertua perempuan, ibu dari suaminya ini sudah pikun atau menderita demensia. Dia yang jemput ibu mertuanya ini dari panti jompo untuk dirawatnya, dia mau merawat disaat anak anaknya sendiri ga mau dan ga sanggup ngadepin ibu mereka yang galak dan suka ngamuk itu. Dan emang beneran kayanya sebelum pikun juga ini ibu mertuanya galak khususnya kemenantunya ini. Walaupun dia harus sibuk urus rumah, suami dan anak2nya dia memilih merawat mertuanya yang sakit ini dirumahnya.

Anak pertama si ibu ini perempuan bernama Yeon soo, dia bekerja di mall. Ngeselinnya disini anaknya pinter tapi halu sama cinta lama. Waktu dia sekolah diluar negri, kelamaan, jadi diam diam ditinggal pacarnya sampe nikah sama orang lain sampai punya anak. Tapi ujung2nya pas ketemu lagi mau aja diboongin pacarnya yang udah jadi suami orang dan ayah dari dua anak laki laki seolah olah pacarnya ini udah mau cerai padahal boong. Haduuuh…. Di tempat kerjanya ada rekan kerjanya yang perhatian, cinta dan kenal dia banget. Walaupun Yeon Soo balikan berhubungan dengan pacarnya yang udah jadi suami orang, dia sabar banget mau nemenin dan tetep berusaha jadi temennya tanpa menghakimi dan ga membebani perasaaan Yeon Soo juga. Jadi dia salah satu orang yang mau ga mau mengarahkan Yeon Soo kearah kesadaran bahwa yang dilakukan Yeon soo ini menyakiti istri dan anak anak pacarnya itu karena mereka ga salah apa apa. Ya iyalah walaupun mantan tetep aja kan itu suami orang. Boong aja ngaku2 menderita itu laki padahal hidupnya baik baik aja.

Anak kedua si ibu in Hee, ganteng namanya Jung Soo, dia diceritain udah dua kali ujian masuk perguruan tinggi dan gagal. Nah ceritanya dia lagi putus asa nungguin hasil ujian yang ketiga kalinya. Kerjaannya ya mabok gitu. Untungnya dia punya pacar yang cantik dan baik mau aja nemenin pacarnya ini mabok. Sabar banget nemenin. Yang maboknya jangan coba coba ditiru ya guys. Beda budaya kita. Kalo kita mabok abis deh. Masuk neraka matilah kita susah didunia masa susah juga diakhirat kan mending indah di dunia di akhirat masuk sorga iya nggak… minum aja air putih yang banyak biar mabok air putih aja ya

Nah ini tetep mesti diceritain nih si Ibu In Hee ini punya adik laki laki penjudi kuda, sesibuk sibuknya dia ngurusin suami, anak, mertua tapi dia tetap nyempetin nengokin adik iparnya yang dia tau jadi korban adiknya yang penjudi ini. Dia bela belain nyisihin uang buat bantuin  mereka. Dia tetep mikirin adiknya yang gila itu walaupun adiknya pikirannya jelek aja sama kakaknya.

Masuk ke cerita ya

Suatu hari ibu In Hee ini periksa ke dokter di rumah sakit tempat suaminya kerja, yang periksa adalah temen suaminya yang pastinya dokter juga. Nah disinilah awal muasal cerita kesedihan dimulai. Nggak disangka ternyata dia mengidap kanker ovarium dan sudah sangat parah, udah nyebar. Bahkan dioperasipun udah ga bisa. Awalnya suaminya ga terima kabar itu, dia ga percaya karena diagnosis bisa aja salah, kemudian pindah rumah sakit ke temen dokternya yang lain sama aja. Tapi dia tetep yakin bahwa  walaupun kanker itu diatas hasil pemeriksaan udah parah ga bisa diapa apain lagi tapi dia mau istrinya tetep bisa dioperasi untuk meringankan sakit dan memperpanjang hidupnya walaupun itu Cuma seminggu atau sebulan. Sampai pada saat operasi dilakukan dan perut istrinya dibuka, akhirnya semua menerima kenyataan bahwa in Hee ga bisa mendapatkan pertolongan secara medis. Hanya menunggu waktu aja.

Ibu In Hee ini ga tau sakitnya parah. Setelah melewati masa yang berat karena ga bisa berbuat apa apa lagi untuk istrinya. Dengan begitu banyak penyesalan akhirnya suaminya memilih untuk ikhlas dan menerima. Jadi yang pertama tama akhirnya dikasih tau adalah anak perempuanya. Yeon soo anaknya ga percaya dan ga bisa terima kenyataan sampai harus minta kepastian dari temen dokter ayahnya. Kemudian dia bicara ke adiknya.

Akhirnya mereka mencoba menyiapkan perpisahan terbaik untuk ibunya. Disini kalian harus nonton sendiri karena proses ini yang membuat air mata kalian berderai derai. Bakalan berderai derai airmata di episode 3 dan 4.

Disini beberapa kutipan pembicaraan mereka pas banget buat ditulis dan jadi catatan buat kita semua.

Begitu istimewanya sosok seorang yang bernama ibu itu. Bahkan pada saat dia sakitpun yang dipikirkan adalah orang disekelilingnya. Seorang ibu yang ga berhenti di hati, di pikiran, di waktunya hanya mengurus orang orang. Sehingga kepergiannya itu membuat orang orang yang dicintainya takut. Lebih takut untuk ditinggalkan dibandingkan takut si ibu merasa kesakitan.

“Memang kematian itu suatu proses wajar bagi manusia,dan ibuku akan pergi”

“setidaknya sekarang ini dibanding aku khawatir apa ibuku kesakitan…, aku malah lebih khawatir bagaimana hidupku tanpa ibu. Aku berpikir… kalau ibu tak ada… aku harus hidup bagaimana?”

“Apapun yang didapatkan anak dari orangtua, anak tetap tak bisa menggantinya. Apapun yang dilakukan orangtua tak bisa kita gantikan. Sama seperti halnya kita tak bisa membalikan arus air”

“aku ingin membalas kebahagiaan dan kasih sayang yang dia berikan.”

“menurutku tak bisa”

“Tak diwajibkan anak bisa membalas semua kasih sayang ibunya. Karena hal itu mustahil dilakukan. Sama seperti kita tak bisa membalikkan arah arus air”

“Mataharinya indah. Sama seperti ibu”

Jujur jadi banyak mikir dan ada rasa iri dengan Ibu yang bernama In Hee ini, yang diakhir hidupnya dia tahu akan pergi. Di masa hidupnya dia begitu teliti mempersiapkan segalanya untuk suami dan anak-anaknya. walau kesakitan dia tetap masih lebih memikirkan orang orang yang akan ditinggalkannya. Ibu yang luar biasa untuk anak-anaknya. Istri yang sempurna yang sangat mencintai suaminya. Seorang menantu yang ga terkatakan sabar dan tulus kepada mertuanya. Seorang yang dicintai dan dibutuhkan semua orang disekelilingnya.

Bahkan walaupun dia sudah menjadi seorang ibu, seorang istri, seorang mantu tapi dia tetap memikirkan masa depan kebahagiaan adiknya. Diam diam dia mendaftarkan asuransi jiwa yang akan jatuh warisnya ke adiknya saat datang kematiannya. Diluar nalar begitu besarnya sayang seorang saudara dengan porsi porsi sendiri yang ga menyakiti orang orang yang dicintainya.

Walaupun nontonya berderai-derai airmata dan menyebabkan bintitan akhirnya tetap happy ending. Dimana setiap orang ikhlas melepaskannya dan dia pergi ditempat terbaik yang diinginkannya.

Ok sekian dulu, tapi ingat ya,

Kita harus melanjutkan hidup. Sungguh disayangkan, jika waktu dihabiskan buat menangis”

Sampai jumpa lagi dengan pagikita.

Tinggalkan komentar