Promoting, Analyzing, Supporting & Controlling Style, mengenal 4 macam gaya komunikasi

Type apakah kita?

Hallo….

Senangnya bisa mulai menulis di blog pagikita.com

Pagi kita selalu indah dengan segala nikmatNya, seneng dong masih bisa nulis, masih punya hal hal yang bisa diceritain dan dibagi. Seneng banget ketemu kalian semua walaupun lewat tulisan tapi rasanya deket kan.

Jadi ceritanya ikutan kelas online di asiawork nih yang bahas tentang gaya komunikasi gitu, kok bener dan dapet bangett ya sampe ga sabar untuk share ke pagikita nih. Ternyata penting loh mengenal tipe gaya komunikasi yang macem macem, supaya kita ga langsung under estimate, ga salah kasih penilaian, bisa lebih memahami dengan siapa kita bicara, tujuannya apa,  siapa kita dan siapa dia. Intinya sih kita semua punya semua gaya ini, hanya aja pasti deh ada yang paling mendomisasi dan itulah kita perlu kenal diri kita dulu sebelumnya. OH iya catet ini bukan tentang mana bener mana salah atau tipe mana yang lebih bagus ya. Kenalin aja supaya kita tau kapan dan bagaimana menyesuaikan gaya komunikasi dalam situasi yang berbeda dengan orang yang berbeda.

Pernah ga merasakan kalo kadang kita tuh dianggap ga nyambung sama temen atau atasan kita dan sebaliknya kita juga suka gagal paham ini orang maksudnya  apa ya?. Nah dengan mengenali gaya kita dan gaya orang lain kita jadi bisa control emosi nih ga langsung bête dan ga salah ambil sikap, ga salah menilai dan bisa ambil keputusan. Ayo deh coba deh kita kenalin nih.

Ada banyak gaya komunikasi tapi akhirnya dikelompokan jadi 4 gaya komunikasi manajemen di dunia ini.

Ok 4 gaya itu apaan aja sih ?

1.Promoting style

Pernah ga ketemu orang yang gila super kreatifnya, ada aja deh ide idenya, cepet banget lagi belom beres ide ini ada ide yang lain. Kayanya  otaknya jalan terus deh ada aja hal hal yang dia cetuskan dan itu masuk akal alias ok banget, tapi kadang kita bingung nih ngikutinnya. Nah ini salah satu tipe yang mesti kita kenalin nih. Promoting perlu pengakuan, perlu feedbcak dan penghargaan dari luar. creatif tapi kadang kalau udah mentok dia cepet pindahnya alias ga tuntas gitu.

Tipe promoting ini creative, antusias, aktif, inovatif dan ekspresif banget. Suka bersenang senang dengan orang orang dan keliatan banget deh si promoting ini muncul terus. Kekuatan promoting itu social skillnya dan bagus banget bisa menangin orang diawal. Pertanyaan khasnya yaitu siapa?  lebih ke orangnya siapa.

Orang lain akan merasakan bahwa promoting ini dinamis dan energik. Orangnya ingin menyenangkan terutama kalo orang orang meresponnya tapi promoting ini perlu pengakuan dari orang orang dan seringnya ga memperhatikan perencanaan nih. Dalam tekanan promoting bersifat impulsif dan dramatis dengan mengeluarkan suara keras alias teriak atau marah untuk meyakinkan orang lain. Menarik perhatian ya dan unik tentunya.

Gaya komunikasi ini pas dipakai untuk tujuan menunjukan antusiasme topic misalkan pengenalan ide pemasaran baru. Dalam menggunakan gaya ini jangan berlebihan dan tetaplah tulus untuk menginspirasi kepercayaan pada pesan yang disampaikan ya

2. Analyzing style

Ada orang yang keliatan kerjaannya mikir aja, sampe sampe dia yang mikir kita yang suka cape saking deh hehehe apa apa dianalisa dan apa apa ya mesti ada dasar itungannya. Alamak ini kalau ngobrol atau nyampein sama orang kaya gini kudu bawa data deh jangan Cuma cerita aja, unik banget kan. Analyzing style orangnya teliti, detail alias terperinci, rasional dan perencana yang terorganisir dan baik walaupun buat oranglain kesannya lama dalam ambil keputusan.

Type anlysing mengambil pendekatan pemecahan masalah. Orientasi pada ide dan konsep dan lebih suka belajar dan menganalisa daripada tindakan langsung. Analyzing biasanya nunggu orang lain datang bukan menawarkan pendapat. Perlu ngumpulin banyak data sebelum membuat keputusan.

Orang lain akan menganggap analyzing bosenin, pilih pilih, keliatan ragu ragu, penyendiri, menghindari resiko dan keras kepala. Saat berada dalam stress atau tekanan biasanya analyzing memilih untuk menghindar atau diam. Pertanyaan khasnya yaitu bagaimana?. Gaya analyzing Ini diperlukan untuk menjelaskan tujuan misalnya penjualan atau sesuatu yang bergerak pada perubahan.

3. Supporting style

Beberapa orang keliatan pinter banget kalo ngomong, banyak teman, orangnya nyaman, mudah gaul, senang membantu, disenangi banyak orang, bikin happy teman teman disekelilingnya.  Supporting style adalah pendengar yang baik, orangnya menerima, friendly dan cooperative. Supporting atau mendukung ini berorientasi pada hubungan. Karena itu supporting sulit menolak permintaan orang lain karena menjaga perasaan dan ga mau kecewain orang. Supporting berusaha menghindari konflik dan lebih menjaga perasaan orang lain dan seringkali dia korban perasaan sendiri karena terlalu toleran dan tidak bisa tegas.

Hal itu membuat Supporting kelihatan tidak kompetitif, kelihatan lemah dan plin plan.

Pertanyaan khasnya adalah mengapa? Yang bersifat personal tidak berorientasi pada tujuan. Saat pendukung dalam tekanan maka pendukung lebih mudah bilang iya untuk menghindari konflik.

Gaya  supporting ini membuat orang orang nyaman, melibatkan mendengarkan dengan cermat dan meminimalkan ketidaksepakatan. Namun harus hati hati menggunakan gaya ini karena saat terjadi konflik diperlukan gaya lain untuk mendapatkan solusi ya

4. Controlling Style

Ada orang yang keliatannya sombong dan arogan apalagi kalo udah soal kerjaan orang ini kaya ga punya  perasaan, tapi beberapa orang menanggapnya tegas malah katanya bisa kasih cambuk bikin orang ga punya alasan buat nyerah. Yang ngomongnya itu langsung to the poin walaupun tega tapi ngena hehehe, ngeles.

Controlling style adalah orang yang aktif, tegas, ambisius, mandiri dan percaya diri, berkemauan keras dan kuat dan bersedia menghadapi orang lain. Controlling berorientasi pada tugas dan hasil, membuat keputusan dengan cepat dengan rasa urgensi. Merespon tantangan dengan cepat dan bosan kalau langkahnya lambat. Menyelesaikan pekerjaan menjadi prioritas diatas hubungan pribadi. Orang lain mencari controlling untuk hasil tetapi tidak mencari controlling untuk dorongan atau dukungan. Karena controlling kadang mendorong oranglain terlalu keras, tidak sensitif, memaksa, kurang mendengarkan dan bisa menjadi tidak berperasaan dan otoriter.

Pertanyaan favoritnya adalah apa? dan kapan? orientasi pada hasil. Saat dalam tekanan maka controlling akan semakin mengatur kearah diktator.

Tidak ada yang mau disebut controlling atau suka mengendalikan tetapi kenyataannya kadang kadang kita harus seperti itu. Gaya ini langsung pada intinya, menggunakan istilah kongkret dan tidak meninggalkan ruang untuk kesalahpahaman.

Kunci kepemimpinan adalah komunikasi yang efektif, dan kunci komunikasi yang efektif adalah fleksibilitas.

Yuks belajar mengenali gaya komunikasi alami kita dan berlatih menarik gaya lain saat dibutuhkan.

2 pemikiran pada “Promoting, Analyzing, Supporting & Controlling Style, mengenal 4 macam gaya komunikasi”

Tinggalkan komentar